[Ficlet] Simple Present

image

Author             : Nissa Tria

Cover by         : Quin@opokopokgokil.wp.com

Cast                 :

  • Super Junior Donghae as Lee Donghae
  • A*Pink Bomi as Yoon Bomi

Genre              : Romance, fluff, family, etc.

Length             : Ficlet (610 words)

Rate                 : [PG-15]

Disclaimer       : Apologize me about the OOC (Out Of Character), typo(s), and mistake(s). I not owned the canon, they’re God’s, their family’s, and their fans’, but plot dan OC is mine. Thanks for not copy-paste my plot (plagiarism), and don’t bash me.

~.~

Simple Present

A Ficlet by. Nissa Tria © 2013, All Rights Reserved

~.~

Tubuhnya menempel pada sandaran tempat tidur, sementara iris matanya bergerak ke kanan ke kiri mengikuti apa yang dibacanya. Ujung bibirnya akan tertarik ke atas, membentuk lengkungan manis—yang akan membuat siapapun jatuh hati padanya—ketika ada hal yang menurutnya menggelikan. Ia adalah Lee Donghae, seorang pengusaha yang sangat sukses menjalankan perusahaannya.

Cklek

Kepalanya reflek terangkat, dan terlihatlah seorang gadis cantik jelmaan bidadari berpiyama baby pink yang baru keluar dari kamar mandi kini mengitari tempat tidurnya. Gadis itu Yoon Bomi, istrinya.

Bomi duduk di sisi lain tempat tidur. Kepalanya tertunduk lemas sehingga rambut sebahunya terjatuh menutupi paras cantiknya.

Kening Donghae berkerut. “Waeyo?” tanyanya lembut, beringsut mendekati Bomi, lalu meremas sayang bahu gadis itu.

Oppa … hentikan,” seru Bomi sedikit membentak, menepis tangan si pemuda.

Yeobo, ada apa?” tanyanya lagi tak kalah lembut dari sebelumnya. Ia meraih bahu Bomi, lalu membalikan tubuh gadis itu sehingga menghadapnya.

Bomi tetap saja menunduk, seolah ada sesuatu yang membuatnya enggan menatap wajah Donghae, suaminya sendiri. Dan Donghae bingung akan hal itu. Kepalanya mencoba mengingat-ingat kesalahan apa yang diperbuatnya beberapa jam lalu sehingga gadis yang sangat disayanginya itu mendadak seperti ini; aneh.

“Ada masalah? Atau aku berbuat kesalahan?” ia kembali bertanya. Kali ini Bomi menjawab pertanyaannya dengan sebuah gelengan lemah, kepalanya masih menunduk.

“Katakan saja jika aku berbuat salah. Marahi aku, jangan mendiamkanku seperti ini, Bomi-ya,” ucap Donghae, tangannya meraih dagu Bomi, lalu mengangkat dagu gadis itu agar ia dapat melihat wajah bidadarinya.

Lagi-lagi Bomi menggeleng. “Oppa tidak melakukan kesalahan kok …” ucapnya pelan, tak lebih dari sebuah bisikan.

“Lalu kenapa? Apa yang kau mau? Apa kau mau sebatang cokelat?” tawar Donghae.

Bomi menggeleng, kepalanya kembali tertunduk.

“Apa kau mau coke?” tawar Donghae lagi, sementara kepalanya sibuk mengingat hal-hal yang sangat disukai istrinya itu.

Bomi menggeleng—lagi, menolak tawaran Donghae.

“Atau kau mau … cheesecake?” Donghae ingat ketika mereka sedang menghabiskan waktu akhir pekan dengan makan di sebuah kafe, satu-satunya makanan yang masuk ke mulut gadis itu hanyalah kue keju yang manis.

Tapi, Bomi menggeleng, sebuah jawaban yang sangat melenceng dari perkiraannya.

“Lalu apa yang kau mau?!” Donghae frustasi—itu terlihat dari nada bicaranya yang naik satu oktaf.

Bomi mengangkat kepalanya. Mata beningnya menatap dalam pada manik mata Donghae. Di tatapannya tersirat sedikit rasa kecewa, dan Donghae merasakan tatapan itu, sehingga cepat-cepat ia membuka mulutnya dan hendak meminta maaf. Tapi, Donghae langsung bungkam ketika jari telunjuk Bomi mengunci mulutnya. Ia menatap Bomi bingung.

“Aku hanya ingin Oppa tahu ini,” ucap Bomi, sangat pelan tapi tetap bisa terdengar oleh Donghae. Jemari lentiknya menyodorkan suatu kotak persegi panjang kecil yang tutupnya telah dibuka. Di dalam kotak itu terdapat benda tipis berwarna putih—test pack kehamilan.

Bomi menurunkan telunjuknya, sementara Donghae menaruh benda tipis itu ke atas telapak tangannya.

Dua garis. Dan itu artinya …

“Kau hamil?” Donghae bertanya antusias, matanya berbinar menatap Bomi. Dan ia reflek memeluk pinggang ramping Bomi, lalu memeluk erat gadis itu seraya berputar-putar di tempat dengan tawa lebar di wajahnya ketika Bomi mengangguk pasti.

Gomawo,.. gomawo,.. gomawo,.. Yeobo,” ucap Donghae kesenangan, menghentikan adegannya tadi, lalu menjatuhkan diri ke atas kasur dan mengecup singkat bibir mungil Bomi, dan Bomi hanya tertawa melihat reaksi Donghae yang begitu antusias.

“Kau harus berjanji satu hal padaku, Lee Bomi,” Donghae menyunggingkan seulas senyum yang telah diketahui artinya oleh Bomi. Jadi gadis itu hanya mengangguk mengerti.

“Kau harus berjanji menjaga dan merawat little Hae di rahimmu, dan melahirkan anak kita ke dunia yang penuh warna ini. Arasseo?”

Bomi mengangguk, ia meraih jari kelingking Donghae, lalu menautkannya dengan kelingkingnya. “Sudah menjadi kewajibanku,” ujarnya mantap, senyum terlukis lebar di wajahnya.

Setelah itu, keduanya hanya tertawa lebar dan berdiskusi tentang kejutan macam apa yang akan mereka persiapkan untuk kedua belah keluarga besar mereka.

~.~

2 responses to “[Ficlet] Simple Present

Speak Out!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s