[Ficlet] Having You

image

Author             : Nissa Tria

Cover by         : Renepott @ ART Factory

Cast                 :

  • SHINee Minho as Choi Minho
  • f(x) Sulli as Sulli Choi Jinri

Other Cast       :

  • Jung Yoogeun as Choi Yoogeun

Genre              : Romance, fluff, family, etc.

Length             : 935 words

Rate                 : [PG-15]

Disclaimer       : Apologize me about the OOC (Out Of Character), typo(s), and mistake(s). I not owned the canon, they’re God’s, their family’s, and their fans’, but plot dan OC is mine. Thanks for not copy-paste my plot (plagiarism), and don’t bash me.

Note                : Please, jangan bash kopel(?)nya >< Glace mohon! Dan sebetulnya ini sebuah series, tapi berhubung data di flashdisk Glace hilang gegara keformat, jadilah cuman ini yang tersisa (karena disimpan di hard disk). Well, enjoy the story^^

~.~

Fluffy Romance

A Ficlet by. Nissa Tria © 2013, All Rights Reserved

~.~

 “Choi Minho!” Sulli berseru keras, matanya memancarkan sinar kebahagiaan segaligus rasa kesal, sementara suara tawa terdengar dari mulutnya. Ia berlari, mencoba mengiringi langkah lebar seorang Choi Minho yang tengah berjalan mundur seraya menyerangnya dengan pistol air. Sama seperti Minho, Sulli pun menggenggam erat pistol air. Sesekali dibidikkan pistol air itu ke arah Minho begitu melihat pemuda itu sedikit lengah mengawasi setiap gerakan Sulli.

Dor … dor … dor …!!!” seruan seseorang mampu merebut perhatian kedua insan yang tengah berkejar-kejaran itu. Minho tetap melanjutkan langkahnya, tapi Sulli justru menghentikan langkahnya. Ia berputar menghadap Yoogeun—orang yang berseru tadi, lalu berlari ke arah tubuh mungil sepupunya yang bersembunyi di balik sebatang pohon. Tubuhnya yang mungil tertutupi sempurna oleh batang pohon yang sangat besar dan lebar, tapi Sulli tetap dapat melihat anak itu.

KYAAAAANuna!” Yoogeun berteriak kaget dengan sangat kencang. Suaranya yang cempreng melengking, bahkan mungkin bisa memecahkan kaca jendela rumah. Tapi kemudian teriakan itu berganti menjadi kikik kegelian, karena jemari Sulli bergerak menggelitiki tubuh Yoogeun. Dan Sulli terkikik geli melihat Yoogeun kegelian karenanya.

            Minho pun ikut terkikik di tempatnya. Ia sedikit mengintip ke balik pohon dan menemukan Sulli juga Yoogeun telah berguling-guling di atas rumput. Minho mengerucutkan bibirnya.

Oke, aku tak diajak. Tak masalah, karena sebentar lagi kita akan segera bermain bersama, batin Minho. Di wajahnya kini terpampang seulas seringaian yang tak dapat dilihat oleh Yoogeun dan Sulli karena mereka telah tenggelam dalam dunia mereka.

Iseng, Minho mengangkat pistol airnya, membidikkan ujung pistol itu tepat pada Sulli dan Yoogeun, lalu menekan pelatuknya sehingga air menyembur dari ujung pistol ke arah mereka berdua. Spontan Sulli dan Yoogeun terkejut sehingga mereka berteriak kaget.

Oppa!”

Hyung!”

Keduanya berteriak bersamaan, sementara kedua tangan mereka sibuk mengusap air di wajah mereka. Dan Minho menyemburkan tawanya di balik pohon tanpa terkontrol, sehingga membuat Yoogeun dan Sulli dengan cepat dapat menemukan di mana sang tersangka berada.

Kedua orang itu saling melempar pandang penuh arti. Bola mata bening mereka saling menatap dalam, seolah tengah berkomunikasi lewat kontak mata. Lalu keduanya menyunggingkan senyum misterius dan mengangguk hampir bersamaan setelah beberapa menit saling pandang.

Mereka berdua telah sepakat untuk membalas perbuatan Minho yang telah membuat mereka semakin basah.

Sulli berjalan perlahan, diikuti Yoogeun yang tidak bisa berheti terkikik setiap kali mengambil langkah. Di tangan mereka berdua tergenggam pistol air, sementara matanya sigap mengawasi daerah sekitar, takut Minho akan tiba-tiba keluar dari persembunyiannya lalu menyerang mereka tiba-tiba.

Sulli menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah Yoogeun dan memberikan kode pada anak itu yang langsung ditanggapi oleh sebuah anggukan pasti darinya.

Da!”

Minho yang masih tertawa terjengkat kaget. Matanya yang semula membelalak langsung menutup kala semprotan demi semprotan mengenai wajahnya, tapi mulutnya tetap terbuka lebar sehingga ada air yang masuk ke dalam tenggorokannya. Kedua telapak tangannya telah membentuk tameng di hadapan wajahnya, tapi itu tetap saja tidak bisa menahan serangan air dari dua orang di depannya sekarang ini.

YA! Choi Jinri! Jung Yoogeun!” hanya seruan itu yang dapat  meluncur dari bibir Minho. Ia terlanjur jatuh terjengkang, tapi kedua orang di hadapannya itu tidak menolongnya dan malah menertawainya yang tampak kewalahan.

Minho terus meneriaki nama dua orang yang tak kunjung berhenti menyemprotinya. Tapi teriakannya surut seiring surutnya air yang menyemproti tubuhnya. Ia bangkit duduk, sementara tangannya sibuk mengusap wajahnya yang telah berbanjir air. Di saat matanya telah terbuka sempurna, Minho menatap menyeramkan pada Sulli dan Yoogeun yang hanya membalas tatapan itu dengan cengiran lebar, menampilkan deretan gigi mereka yang putih cemerlang.

Minho bangun dari duduknya. Ia membersihkan dedaunan yang menempel di bajunya yang telah basah kuyup seperti habis diguyur hujan. Saat mendongak, ia tidak menemukan Sulli ataupun Yoogeun berdiri di dekatnya. Ia menoleh, dan menemukan kedua anak manusia itu tengah berlari, saling adu kecepatan menuju ke sebuah villa yang tidak jauh darinya.

Lihat saja pembalasanku nanti, Choi, dengus Minho, melangkahkan kakinya menuju villa itu.

***

Minho baru saja keluar dari kamar mandi saat Sulli tengah berbaring dengan mata tertutup di atas karpet ruang tengah. Kening Minho berkerut. Gadis itu masih memakai bajunya yang tadi ia pakai saat bermain tadi. Ia beringsut mendekati Sulli. Dielusnya perlahan rambut Sulli, membuat sang pemilik rambut mengerjapkan matanya merasakan sentuhan itu.

“Oh, Oppa,” ucapnya pelan. Ia kembali menutup kedua kelopak matanya. “Yoogeun sudah dimandikan, Oppa? Apa ia sudah tidur?” tanya Sulli dengan pelan.

Minho menyunggingkan senyum. Iseng, ia membaringkan tubuhnya tepat di samping Sulli sehingga gadis itu dapat menghirup aroma segar lemon yang menguar dari tubuh Minho, membuat sesuatu di balik dadanya berdegup dengan sangat cepat tanpa bisa dikontrol.

Minho semakin melebarkan senyumnya. Ia mempersempit jarak di antara dirinya dan Sulli. Tangan kekarnya meraih bahu gadis itu, lalu meremasnya. “Sudah. Mungkin sudah terlelap,” ucapnya pelan. Ia memejamkan matanya, hidungnya menghirup dalam-dalam aroma manis dari tubuh gadis yang beberapa bulan lalu telah resmi menjadi pendampingnya, belahan jiwanya.

Sementara Sulli merasakan sekujur tubuhnya tegang merasakan Minho menempelkan hidungnya pada bahunya. Ia juga merasakan hatinya bergetar, entah apa alasannya.

“Kenapa kau tidak ganti baju?”

Sulli menggeleng. “Aku malas berganti baju, dan aku tidak peduli seandainya aku masuk angin,” ucapnya pelan, membuat Minho mengangguk-angguk mengerti, tapi tangannya meraih pinggang Suli. Pemuda itu hanya menyunggingkan senyum merasakan tubuh Sulli semakin menegang.

Oppa …” lirih Sulli sangat pelan sampai-sampai Minho tidak dapat mendengarnya.

Minho melebarkan senyumnya. “Wae?”

Sulli tidak dapat berkata apa-apa. Mulutnya tertutup rapat—tidak tahu harus berkata apa. Sementara Minho semakin mengeratkan pelukannya pada Sulli. Ia memposisikan bibirnya tepat di daun telinga Sulli. Saat ia mengambil napas, Sulli menggendikkan bahunya geli.

Can I have you tonight?”

Sulli membelalak. Ia spontan menolehkan kepalanya, menatap kaget mata Minho yang tengah menatapnya dalam.

“Tapi Opp—“

Ucapan Sulli menggantung di udara. Gadis itu membeku merasakan sesuatu yang lembut menyapu bibirnya …

.::FIN::.

2 responses to “[Ficlet] Having You

  1. Ah, Glace, kamu sekarang sering menyuguhkan kiss di FF ya. Haha.
    Idenya bagus sih, romantis. Tapi utk yg satu ini feel-nya kurang berasa. Kesannya datar gitu. Mungkin karena di adegan sebelumnya belum ada cerita ttg perasaan sulli dan minho, makanya adegan kiss-nya nggak hot gitu *plak

    Yoogunnya imuuut~ Mereka kayak keluarga bahagia.

    Well done, Glace. Lebih sering nulis ya, biar tulisan2nya semakin rapi. Sekarang kamu benar-benar banyak peningkatan🙂

    • >\\\< *malusendiri* hehe… entahlah, akhir" ini memang aku sering nambahin adegan kiss di fiksiku u.u
      Datar ya? Aku juga ngerasa gitu… awalnya sih mau buat family-family-an(?) gitu, tapi gak tau kenapa jadi gini deh hasilnya u.u
      Ne! Aku bakal sering nulis, gomawo komennya Kak Mayaaa~~^^)/

Speak Out!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s