Orphanage

Author             : Nissa Tria

Poster by         : ApReeL Kwon @ LuminoSKY

Cast                 : SHINee Taemin as Lee Taemin

Ulzzang Hong Younggi (Hong Youngki) as Gloria Hong

Genre              : Find it by your self, please ^^

Length             : Drabble (377 words)

Rate                 : G (General)

Disclaimer       : Apologize me about the OOC (Out Of Character), typo(s), and mistake(s). I not owned the canon, they’re God’s, their family’, and their fans’, but plot and OC(s) is mine. Thanks for not copy-paste my plot (plagiarism), and don’t bash me.

~.~

Orphanage

A Drabble by. Nissa Tria © 2012, All Rights Reserved.

~.~

Seorang gadis tampak sedang duduk tenang di atas kursi batu seraya menggenggam sebuah kamera SLR di tangannya. Seulas senyuman terukir di wajah gadis itu ketika matanya melihat gambar-gambar hasil bidikannya beberapa menit lalu, tapi hanya satu gambar yang menarik perhatiannya, yaitu gambar tentang anak-anak kecil yang tengah bermain lempar salju di halaman luas sebuah panti asuhan. Ya, dirinya kini sedang berada di sebuah panti asuhan, karena pamerannya kali ini akan mengangkat tema tentang anak kecil. Dan di mana lagi tempat yang penuh anak kecil selain panti asuhan?

Gadis itu mendongakkan kepalanya seraya melebarkan senyumannnya untuk melihat ekspresi ceria anak-anak itu lengkap dengan suara tawa berisik mereka yang membuat hatinya senang dan rasanya mood gadis itu berubah menjadi baik hanya dalam hitungan detik saja.

Kembali mengacungkan kameranya untuk membidik, tiba-tiba dia merasa sebelah tangannya ditarik-tarik entah oleh siapa. Gadis itu menoleh, dan sesegera mungkin matanya menangkap seorang anak perempuan manis yang tengah menatapnya meminta perhatian.

“Ada apa?” tanyanya lembut lengkap dengan senyuman yang masih terukir manis di wajahnya. Tak disangkanya, anak perempuan itu menyodorkannya sehelai syal rajut padanya. Rasa terkejut bercampur rasa bingung mencuat di dalam pikirannya.

Gadis itu memang tidak memakai syal karena menurutnya mantel bertopi ini cukup menghangatkan daerah lehernya. Jadi, dengan sangat berat hati dia menolak syal itu,

“Tak perlu. Aku sudah hangat dengan mantel ini, aku kira kau yang lebih membutuhkan.” Gadis itu masih tersenyum saat tangannya terulur untuk melilitkan syal tersebut pada si anak perempuan. Dan rupanya, anak itu menolaknya dengan sebuah gelengan kuat, padahal dia hanya mengenakan sebuah jaket yang tidak terlalu tebal tanpa syal ataupun topi wol.

“Tapi Oppa itu berpesan padaku untuk memberikannya pada Unni …” anak perempuan itu berkata pelan dan sarat akan kesan polos dengan jari telunjuknya yang mengarah pada seorang pria, lalu berlari menuju kerumunan teman-temannya setelah mengucapkan salam pada gadis yang masih kebingungan.

Karena penasaran siapa ‘Oppa’ yang dimaksud anak perempuan itu, segera ditolehkan kepalanya ke arah yang tadi ditunjuk si anak perempuan. Kedua ujung bibirnya tertarik otomatis ke atas ketika mata itu bertemu dengan wajah yang bersembunyi di balik masker hitam.

Oppa …” gadis itu menggumam kecil seraya menyembunyikan rasa malu karena ketika tangannya melambai, tepat pada saat itu, sebuah kamera SLR terarah padanya, dan dirinya yakin, pria itu telah mendapatkan gambarnya.

~.~

.::FIN::.

 ~.~

Speak Out!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s