My Angel–Prologue

My Angel

Author             : Nissa Tria

Cover by         :

Cast                 : Super Junior’s Kyuhyun as Himselves

Rinnie Park Minrin (OC)

Other cast       :Super Junior as themselves

Girls’ Generation as themselves

SHINee as themselves

Genre              : Romance, Friendship,Fan Fiction, Family, etc

Rate                 : PG-13

Length             : Chaptered

Disclaimer      : “Ide-ide yang berada di sini adalah asli imajinasiku, kalau-kalau ada kesamaan tokoh, karakter, dsb, aku benar-benar tidak tahu-menahu soal itu. Dan aku tidak mengijinkan untuk siapapun me-reshare cerita ini tanpa persetujuan dahulu dariku.”

P.S                  : Annyeong haseyo …!!! Hallo …  mungkin ini adalah postingan pertamaku di sini, semoga kalian suka, yaa …!!! Sebenernya ini sequel dari salah satu judul cerita yang aku buat, tapi karena aku rasa buku pertamanya gak begitu bagus, so … aku lebih milih buat publish cerita ini aja, hehe … Sebelumnya, cerita ini telah dipublish di sini dan di sini.

Hehe … aku buru-buru nih buat nih Prolog, soo… jangan merasa protes kalau Prolog ini banyak typo dan rekan-rekannya, maaf juga kalau terasa sedikit aneh. Hehe … maklumlah, masih amatiran.

Baiklah, cukup sekian cuap-cuapnya, budidayakan RCL, ya setelah membaca…!!! O ya, kritik dan saran yang membangun aku tunggu, lho …!!!

Kamsahamnida … v^.^v

^^ Happy Reading ^^

My Angel—Prologue

“Aku tidak akan pernah mengalah.”

“…”

“-Aku tidak akan pernah mau memberikannya untukmu.”

“…”

“Aku tidak akan pernah mau merelakannya untukmu.”

“…”

“-Aku hanya ingin kamu menyerah dan melepaskannya untukku, hanya untukku seorang.”

“…”

“Hanya … untukku … seorang …”

***

Pagi ini cuaca begitu terasa panas, rasanya seperti matahari hanya berjarak sejengkal dari puncak kepalanya.Gadis itu mengelap keningnya yang basah oleh peluh yang tak henti-hentinya menetes dari poni rambutnya. Sarung tangan karet yang sejak setengah jam yang lalu setia menemaninya mengorek tanah, dilepasnya kemudian, iamelemparkannya ke sembarang arah. Dengan gerakan cepat, ia segera membaringkan tubuhnya ke atas lantai balkon apartemennya. Ia tahu kalau lantai balkonnya sudah tidak bersih lagi, malah terlihat sangat kotor dan berbau tidak sedap karena tanah-tanah bercampur pupuk kandang yang tersebar di situ.

Ia yakin, sebentar lagi bel apartemennya akan berbunyi, menandakan kalau bau tidak sedap di sini telah menyebar hingga ke lantai teratas gedung apartemen ini.

Namun, ia tidak perduli dengan omongan, ocehan, atau omelan orang lain. Ia tidak perduli lagi dengan penampilannya yang lebih mirip pembantunya di Paris, padahal di hari-hari biasanya, ia akan bergaya seperti manekin berbaju paling stylish yang berjalan ke mana-mana.

Ya, gadis ini memang seorang fashionista.Tapi tidak untuk kali ini.

Ia terlalu lelah dan kepanasan karena terlalu nekat untuk berdiam diri di balkon hanya untuk menekuni pot-pot bunga berisi beraneka ragam jenis bunga  dan warna.

Ia memejamkan matanya sejenak, menghirup udara panas Seoul, lalu mulai merilekskan otot-otot dan juga pikirannya yang sempat kacau akhir-akhir ini.

Kilasan-kilasan idenya untuk rancangan pakaian musim ini mulai berkelebatan di dalam kepalanya, mengganggu ketenangan yang baru saja ia dapatkan. Namun, ia tidak merasa dirugikan dengan kilasan-kilasan itu. Ia tersenyum lebar saat menyadari yang harus segera ia lakukan,yaitu ; menuangkan idenya, sebelum akhirnya ikut terbang terbawa oleh angin.

Ia menegakkan punggungnya, lalu sedikit menggeliat. Kemudian, mata bulatnya menangkap sebuah benda kecil canggih yang selalu dibawanya ke mana-mana, tengah bersenandung ria, menandakan sebuah telepon atau SMS masuk.

Ia berjalan menuju meja kecil itu dengan langkah yang diberat-beratkan, meraih benda kecil itu, lalu segera menempelkannya ke telinga. Ia tidak perduli, apakah itu SMS atau telepon yang masuk, untuk sekarang ia terlalu malas untuk melihat layar benda itu.

“Yeoboseyo?” sapanya dengan nada ketidakantusiasan yang begitu kentara saat ia berbicara.

“Heh! Ada apa denganmu? Apa fashion week-mu di Paris tidak begitu memuaskan?” mata gadis itu membulat seketika, saat sebuah suara yang sangat familiar di telinganya menyahut diakhiri oleh kekehan menggoda dari seberang.

“Mwoya?Museun mariya?” gadis itu menyahut dengan sinis seraya menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.

“Hahahahahahaha …” terdengar suara tawa panjang memuakkan dari lawan bicara gadis itu.

“Kau mengejekku, ha?Aku ikut fashion week di Paris, tapi itu sangat menyebalkan!” gerutu gadis itu, “-Rumah mode yang sedang terikat kontrak denganku ini memang keterlaluan!Mereka hanya menjadikanku sebagai model untuk brand  terbaru mereka, tapi tidak melirik karyaku sama sekali! Bukankah mereka tahu kalau karyaku tidak kalah bagus daripada para Sunbaenim? Aku tahu, aku masih junior di sana, tapi tak bisakah mereka membuka matanya lalu melirik karyaku? Huh, sia-sia saja aku menutup butik Umma jika seperti ini akhirnya. Damn! Ini menyebalkan!” gadis itu meluapkan kekesalannya pada penelepon di seberang.

Lagi-lagi suara gelak tawa itu terdengar.Kali ini lebih panjang, dan lebih keras dari sebelumnya. Memuakkan! Gadis itu mengumpat di dalam hatinya.

“Aish … Oppa! Kau jahat sekali! Bukankah kau juga tahu ambisiku di dunia mode?” ia merengek sambil memajukan bibir mungilnya ke depan.

“Ne, aku tahu soal bakat dan ambisimu di sana, tapi kau tahu sendiri, bukan? Kau belum cukup pengalaman di dunia mode, lagipula apa salahnya jika kau hanya menjadi model brand pakaian terbaru mereka musim ini. Bukankah itu bagus?Kau bisa berjalan-jalan keliling dunia dengan profesi barumu daripada kau berada di rumah sakit, dengan para pasien berpenyakit itu!” penelepon di seberang terdengar antusias dengan kata-katanya tadi.

Gadis itu mendengus, “Oppa … di mana-mana, orang yang terbaring di ranjang rumah sakit adalah orang yang berpenyakit … Dan, aaah … lagipula aku sudah biasa berkeliling Eropa saat aku masih menjadi model brand milik seorang desainer papan atas dulu,” pamernya.

“Cih …” Penelepon di seberang mencibir, menertawakan kata-kata gadis itu barusan, “Aku sudah berkeliling Eropa, Australia, Asia, dan juga Afrika, jadi … pengalaman siapa yang paling banyak, ha?”nada menantang begitu kentara ketika ia mengucapkan kata-kata itu.

Kali ini gantian si gadis yang mencibir, “Cih … kau kira aku belum pernah ke Sydney, Oppa?Atau kau kira aku belum pernah ke Zimbabwe? Aku pernah ke sana, Oppa … aku pernah menginjakkan kaki di salah satu kota yang ada kedua benua itu! Lagipula, aku tak yakin kau mau pergi ke Afrika yang udaranya kelewat panas itu.”

Suara gelak tawa itu kembali terdengar. Memang tidak ada akhirnya bila berdebat dengan gadis itu, bahkan tak jarang, ia terjebak sendiri dengan kata-kata rumitnya sendiri.

“Aaah … sudahlah!Aku lelah berdebat denganmu, jadi … tak bisakah kau melongok dari balkon untuk melihat wajah tampanku?”

Mata gadis itu melebar, segera beranjak dari sofanya, lalu melongok di balkon.Senyuman gadis itu melebar dengan tangannya yang secara otomatis melambai-lambai ketika melihat seorang lelaki tampan bertubuh tegap dan penyamarannya sedang menunggu dengan senang hati di depan bangunan apartemennya sambil membalas lambaian tangannya.

“Heh! Aku kepanansan!Kau tidak tahu ya kalau kulit-kulitku telah memerah saking kepanasannya? Ah, ya! Jangan temui aku dalam keadaan super kotor! Jadi, segeralah ganti bajumu, dan menghampiriku ke sini, aku tak sudi memelukmu jika kau belum bersih dari pupuk kandang itu.”

Gadis itu nyengir lebar begitu suara milik lelaki tampannya terdengar menggema di telinganya, “Iya, iya, iya … aku akan segera mandi dan membereskan kekacauan di sini. Ah, ya! Jika kau tidak ingin kulitmu menghitam, segeralah masuk ke sini.”

Dan sedetik kemudian, terdengar dengusan kesal lelaki tampan itu.

***

37 responses to “My Angel–Prologue

  1. Annyeong. Wah, bahasamu keren. Jarang nemu author yg nulis kayak gini.
    Seneng banget rasanya nemuin blog ini.

    Ini masih prolog, kan? Ayo, lanjutin. Aku pengen tahu ceritanya. Soalnya tema yg kamu angkat menarik. Seorang fashionista.

    Btw, salam kenal ya.🙂

    • Hah? Jinjja??? *tersipu-sipu* kkkk~! isi guest book juga yaa… you must tell me something about you! gkgkgk… makasih ya, ff ini mau dipending dulu, soalnya ff request undah numpuk <~ ketauan malesnnya #plak, heheh…

  2. Woow :O bahasanya dewasa.. kaya penulis novel :O *menganga*
    keren banget!!! dilanjut ke chapter1 dummzz!!! hehehe😀 keep writing ne🙂

Speak Out!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s